Jazzakumullah khairan katsira telah mengunjungi blog kami. Mohon doanya semoga progam-progam DIS diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah Azza Wa Jalla

Sejarah

DIS berdiri pada bulan Maret tahun 2004, sebelumnya DIS bernama ROHIS seperti kebanyakan nama organisasi Islam Di kebanyakan sekolah. Pada tahun 2003 terjadi insiden yang menyebabkan sekolah terpaksa me-nonaktifkan ROHIS untuk sementara waktu. Pada tahun 2004 para aktifis Islam di SMA Negeri 1 Magelang berusaha menghidupkan ROHIS kembali. Setelah melalui perjuangan untuk meyakinkan sekolah bahwa insiden tersebut tidak akan terjadi lagi, akhirnya ROHIS dapat kembali aktif dengan nama DIS. Nama DIS terinspirasi dari Dewan Islam Kelas (DIK) dimana para pendahulu memiliki gagasan untuk mendirikan pusat DIK dengan nama DIS (Dewan Islam Sekolah).

Rabu, Oktober 28, 2009

macam macam dosa besar

Abu Thalib al-Makki mengatakan bahwa jumlah dosa besar ada 17 yaitu
1. Empat terletak di hati : syirik kepada Allah, keinginan keras untuk maksiat, putus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari maker Allah SWT
2. tiga terdapat di perut : meminum khamar, memakan harta anak yatim, memakan riba
3. empat terletak di lidah : kesaksian dusta, menuduh wanita salehah berzina, sumpah palsu dan sihir
4. dua terletak di (maaf) kemaluan : zina dan sodomi
5. dua terletak di tangan : membunuh dan mencuri
6. satu berada di kaki : melarikan diri dari pasukan
7. satu di seluruh badan : durhaka pada orang tua
bagaimana dengan antum??? pernahkah melakukannya???

shalat adalah problem solver kita

Banyak yang mengatakan bahwa shalat dapat mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, tapi kenyataannya banyak muslim yang melaksanakan shalat tapi tetap melakukan keburukan. Ada apakah gerangan???
Bagaimana dengan shalat kita? Sudahkah shalat kita mencegah diri kita dari keburukan?mari kita kupas tentang hal ini…
Waktu itu di Makkah, tahun 652 Masehi, Rasulullah SAW yang kita cintai semakin diperangi oleh Kaum Quraisy. Terlebih lagi setelah meninggalnya paman dan istri beliau. Tentu dapat kita bayangkan kesedihan yang melanda Rasul kita itu. Allah SWT yang tahu bahwa rasulNya butuh hiburan segera menghiburnya dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Saat itu, dalam semalam Rasul mendapat hikmah dan pelajaran yang tiada tara. Allah juga memberi hadiah langsung kepada Rasul dan umatnya yaitu hadiah berupa Shalat. Sebuah hadiah yang diberikan bagi hambaNya sebagai istirah bagi aktivitas sehari-hari. Sebagai sebuah penyelesaian masalah yang dihadapi oleh umat manusia. Shalat adalah problem solver bagi Rasulullah. Dan mestinya begitu pula yang terjadi pada kita,umatnya. Tapi mengapa shalat kita tak menyelesaikan masalah yang kita hadapi??? Mengapa shalat yang kita lakukan cenderung ”kering” dan hanya menjadi ritual tanpa makna?
Hal itu karena kita tak menjadikan shalat sebagai istirah... Allah pun berfirman bahwa shalat itu berat. ”....dan seseungguhnya shalat itu sangat berat, kecuali bagi orang yang khusyu’, yaitu orang yang yakin bahwa mereka pasti akan bertemu dengan Rabb mereka dan kembali keppadaNya.”
Dalam Al-Islam, said Hawwa menulis bahwa manusia yang imannya kepada hari akhir mantap dan yakin bahwa dirinya pasti akan menghadap Allah, maka shalat baginya merupakan penyejuk hati. Shalat kita tak bisa menjadi penyejuk hati karena kita tak sepenuh hati melakukannya. Shalat kita pun tak menjadi penghalang dari perbuatan keji dan mungkar. Maka sesuai shalat kita masih bergosip, berbohong, mencontek, korupsi,dll. Shalat yang tak memiliki sifat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar maka ia tak memiliki nilai sebagai shalat yang benar sehingga tertolak. Seperti dalam hadist ” adakalanya orang shalat terus-menerus selama 50 tahun, tapi Allah tak menerima satupun shalatnya.” Na’udzubillahi min dzalik...
Jadi sekarang jelas kan mengapa shalat kita tak mencegah diri kita dari perbuatan keji dan mungkar. Sebab kita masih lalai pada shalat kita. Kita terburu-buru saat shalat. Kita mengeluh waktu adzan (kok shalat lagi-shalat lagi sih?), setelah shalat kita lupa kewajiban kita atas orang lain. Kita pelit berinfak, sangat enggan berzakat, narsis pada diri sendiri, menghardik pengemis,dll. Tak heran jika jiwa shalat pun enggan berdekatan dengan diri kita. *hiks-hiks...
Tapi ingat saudaraku...Ampunan dan kasih sayang Allah amat luas. Mumpung kita masih punya waktu untuk memperbaiki dan menegakkan shalat kita, ayo kita perbaiki. Siapa tahu esok malaikat Izrail sudah menjemput kita...
Bagaimana agar kita bisa konsentrasi waktu shalat??? Berikut tipsnya...
1. Ketika Menghadap Kiblat. Usahakan agar sebelum bertakbir, kita bisa mengarahkan cahaya hati kita ke Ka’bah. Bayangkan Allah memandang dan mengawasi kita.
2. Ketika Membaca Al-Fatihah. Ingat hadist qudsi berikut :”Shalat itu dibagi antara Aku dan hambaKu. Jika hambaKu mengucapkan ’Bismillahirrahmanirrahim’, maka Allah berfirman ’HambaKu telah menyebutKu’. Jika ia mengucap ’Alhamdulillahirabbil’alamin’, Allah berfirman ’HambaKu telah memujiKu’. Jika hambaKu mengucap ’Ar-rahmanirrahim’, Allah berfirman ’HambaKu telah mengagungkanKu’ . jika ia mengucapkan ’Maliki yaumiddin’. Maka Allah berfirman ’HambaKu telah memuliakanKu’. Jika ia mengucap ’Iyyaka na’budu’ Allah berfirman ’HambaKu telah beribadah kepadaKu’. Apabila ia mengucapkan ’wa iyyaka nasta’in’, Allah berfirman ’HambaKu bertawakkal kepadaKu’. Dan jika ia mengucap ’Ihdinash shirattal mustaqim’ Allah berfirman,’Ini adalah untuk hambaKu dan hambaKu akan mendapatkan apa yang dimintanya’.” Bayangkanlah di hadapan kita ada megaphone yang mengeluarkan gema dan suara berkali-kali di lingkungan Al-mala’ul ’ala dimana Allah menyebut-nyebut apa yang kita baca.
3. Ketika Membaca Surat Setelah Al-Fatihah. Berusahalah untuk memahami arti surat yang kita baca itu & mengamalkannya. Saat kita membaca Ar-Rahman,bersyukurlah selalu atas nikmat Allah. Saat kita membaca ”fasholli lirabbika wanhar” maka amalkanlah.
4. Ketika Ruku’. Bayangkan seakan-akan kita tunduk memberi penghormatan pada Allah dan berbicara padaNya,”Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung,”. Lalu waktu bangkit dari ruku’ kita kembali memuji Allah.”Allah mendengar siapa yang memujiNya. Ya Tuhanku, untukMulah segala puji, seisi langit,seisi bumi dan seisi apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.”
5. Ketika Sujud. Saat inilah saat dimana kita paling dekat dengan Allah SWT
6. Saat Mengangkat Wajah Dari Sujud. Kita memohon ampunan, kasih sayang dan petunjuk Allah
7. Tasyhadud. Akuilah bahwa segala kehormatan adalah milik Allah. Pengakuan keesaan Allah dan kerasulan nabi Muhammad SAW
8. Setelah Shalat, kita bagaikan orang yang mengalami perjalanan spiritual. Usai kita mengucap salam ”Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, Saat itulah kita kembali lagi pada manusia dan melanjutkan tugas hablu minannas.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua. Amin. Sumber : Annida 2007 dengan sedikit perubahan.

Jumat, Mei 22, 2009

AYO, BANGUN DAN SHALAT TAHAJUD!!!

Bangun pada malam hari pada saat mata sedang kantuk, bukan pekerjaan ringan. Apalagi bila untuk beribadah. Pengalaman ini pernah dialami oleh seseorang yang kemudian menyanyakan kepada Hasan, “Hai Abu Sa’id, sesungguhnya saya melewati malam dengan kondisi segar bugar, saya juga telah menyediakan air untuk berwudhu. Tapi mengapa saya sulit bangun?” Jawab Hasan, “Dosa-dosamulah yang telah mengekangmu.”

Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan, “Banyak dari makanan yang menghalangi bangun malam dan banyak dari pandangan yang menghalangi untuk membaca surat,” jelasnya. “Makanan yang haram dan pandangan yang haram dapat menjadi sebab sulit untuk bangun malam,” tambah sang Hujjatul Islam itu.

Beberapa catatan adab di bawah ini barangkali bisa membantu memudahkan kita bangun dan istiqamah.

1. Keinginan yang kuat

Bila ingin shalat malam (shalat lail), tumbuhkan keinginan yang kuat (niat) dari dalam diri untuk bangun, sebelum menuju pembaringan. Peliharalah niat itu dan kuatkan kembali hingga mata terpejam. Rasulullah saw bersabda. “Barangsiapa yang akan tidur berniat untuk bangun shalat tahajjud, kemudian ketiduran hingga pagi hari, maka dicatatnya niat itu sebagai satu pahala, sedang tidurnya itu dianggap sebagai karunia dari Allah yang diberikan padanya.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah dengan sanad yang shah)

2. Putuskan mimpi dan melihat langit

Bila sudah terjaga, jangan berikan kesempatan kepada syaitan untuk menghalangi kita dengan menelusuri mimpi-mimpi yang baru saja dialami. “Putuskanlah mimpi-mimpi seperti itu dan bergegaslah meninggalkan pembaringan.” pesan Prof. DR. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka). Sebelum menunaikan shalat disunnatkan keluar melihat langit dan bintang-bintang sambil berdoa sebagaimana diucapkan oleh Rasulullah saw, “Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, saya mohon ampun kepadaMu dan saya mohon pula rahmat-Mu. Ya Allah tambahlah pengetahuanku dan janganlah Engkau belokkan hatiku, sesudah Engkau beri hidayat padaku. Berikanlah rahmat dari sisi-Mu karena Engkau Maha Pemberi. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan saya kembali sesudah mematikan saya dan pada-Nya pula tempat kembali.”

3. Dari yang ringan

Sebaiknya shalat tahajjud dimulai dengan mengerjakan dua rakaat yang ringan, selanjutnya kerjakan sesuka hati. Dari Aisyah katanya, “Rasulullah saw itu apabila bangun malam untuk shalat, beliau memulainya dengan dua rakaat yang ringan.” Begitupun dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, beliau saw bersabda, “Apabila seseorang di antaramu bangun malam, maka hendaklah memulai shalatnya dengan dua rakaat yang ringan.”

4. Bangunkan keluarga

Bila sudah bangun, jangan lupa untuk membangunkan juga sanak keluarga. Rasulullah saw pernah membangunkan Ali bin Abi Thalib, menantunya, untuk shalat lail seperti tercatat dalam sebuah hadits dari Ali ra, “Bahwa Rasulullah saw pada suatu malam pengetok pintunya. Waktu itu ia tidur bersama Fatimah, istrinya. Beliau saw bersabda, “Apakah engkau berdua tidak bangun untuk shalat?”

Dalam haditsnya yang lain dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda: “Allah memberikan rahmat kepada lelaki yang bangun malam untuk shalat lalu membangunkan pula istrinya dan apabila istrinya itu menolak lalu memercikkannya air di mukanya. Allah juga memberikan rahmat-Nya kepada seorang perempuan yang bangun malam untuk shalat lalu membangunkan pula suaminya dan apabila suaminya menolak lalu dipercikkannya air di mukanya.”

Empat hal lain yang sebaiknya dilakukan agar kita mudah bangun malam menurut Imam Ghazali antara lain adalah: tidak terlalu banyak makan dan minum, kurangi kegiatan yang mengundang rasa lelah baik fisik maupun sprikis, sisihkan waktu sebentar di siang hari menjelang shalat dhuhur untuk qailullah (tidur sejenak) dan terakhir, meminimalisir kegiatan yang mengandung dosa karena hal itu mengundang kerasnya hati, rasa malas dan memutus rahmat-Nya.

Sumber: Suara Hidayatullah, 2000

Progam Kerja

  1. PHBI Isra’ Mi’raj
  1. Ramadhan Campus
  1. Zakat Fitrah
  1. PHBI Idul Qurban
  1. PHBI Tahun Baru Hijrah
  1. Maulud Nabi

  1. Out Bond

  1. SMILE (Study Mengenal Islam Lebih Efektif)

  1. Rihlah
  1. Reorganisasi
  1. KJP (Kajian Jumat Pagi)
  1. Ramadhan For All / Kajian Siang Ramadhan
  1. Optimalisasi Perpustakaan DIS
  1. Kajian Rutin

· Keputrian

· Keputraan